Masa nifas

edit

Masa nifas yang paling sedikit adalah beberapa saat setelah proses bersalin.[3] Sedangkan, masa nifas yang paling lama adalah empat puluh hari, jika masa nifas lebih dari empat puluh hari dan bertepatan dengan datangnya haid pada saat sebelum hamil, maka hari yang lebih dari empat puluh hari tersebut adalah masa haid.[3] Namun, jika darah yang keluar tersebut bukan pada waktu Haid, maka darah tersebut adalah istihadhah (penyakit). Hukum wanita yang sedang nifas sama dengan hukum wanita yang sedang haid.[3]

Pada umumnya, batas lamanya masa nifas adalah 40 hari, dimulai sejak melahirkan atau sebelum melahirkan dengan disertai tanda-tanda kelahiran. Ummu Salamah Ra. berkata, “Wanita mengalami masa nifas pada masa Rasulullah SAW. ialah selama 40 hari“. (HR. Tirmidzi)[1]

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama nifas[sunting | sunting sumber]
Semua yang tidak boleh dilakukan selama haid, maka tidak boleh dilakukan juga saat nifas,yaitu shalat, puasa, menyentuh dan membaca Al Qur'an, thawaf dan bersetubuh.[4] Beberapa penjelasan berikut:

1. Shalat Nabi Muhammad saw bersabda “Ketika mulai menstruasi, tinggalkan shalat”.[5]

2. Tawaf Nabi Muhammad saw bersabda “Lakukan semua apa yang perlu dilakukan ketika sedang menunaikan ibadah haji, tapi jangan melakukan tawaf mengelilingi ka’bah sebelum kamu suci kembali”.[5]

3.Melakukan hubungan suami istri Seperti firman Allah pada QS Al-Baqarah:222 yang artinya “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu, hendakla kamu menjauhkan diri (tidak menyetubuhi) dari wanita diwaktu haid; dan jangan kamu mendekati ereka sebeum suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah padamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-rang yang bertaubat dan yang menyucikan diri.[5]

4. Membaca Al-Quran Sangat dianjurkan bagi wanita yang sedang tidak suci, haid atau nifas, untuk tidak membaca Al-Quran secara lisan, kecuali dibutuhkan. Berdzikir, atau mengucapkan Allahu Akbar, Alhamdulillah, Subhanallah, Bismillah, mendengarkan orang membaca Al-Qur’an, berdoa, atau mengucapkan Amin atas doa orang lain, semua itu tidak dilarang.[5]